CAIRAN KOLOID DAN KRISTALOID PDF

Cairan kristaloid bila diberikan dalam jumlah cukup ( kali cairan koloid) ternyata sama efektifnya seperti pemberian cairan koloid untuk. Tidak seperti koloid, waktu pemberian cairan kristaloid merupakan hal penting karena singkatnya waktu cairan kristaloid berada di ruang intravaskular. EFEKTIFITAS PEMBERIAN CAIRAN KRISTALOID DAN KOLOID PADA PASIEN SC (SECTIO CAESAREA) DENGAN REGIONAL ANESTESI.

Author: Mezira Dusar
Country: Malawi
Language: English (Spanish)
Genre: History
Published (Last): 28 May 2015
Pages: 167
PDF File Size: 15.7 Mb
ePub File Size: 16.13 Mb
ISBN: 367-3-19078-776-6
Downloads: 16027
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Grojind

Published on Feb View Download 2. Hal ini terlihat pada tabel berikut: Perubahan jumlah dan komposisi cairan tubuh, yang dapat terjadi pada perdarahan, luka bakar, dehidrasi, muntah, diare, dan puasa preoperatif maupun perioperatif, dapat menyebabkan gangguan fisiologis yang berat. Jika gangguan tersebut tidak dikoreksi secara adekuat sebelum tindakan anestesi dan bedah, maka resiko penderita menjadi lebih besar. Lebih jauh kompartemen ekstraselular dibagi menjadi cairan intravaskular dan intersisial Anonimus a, Cairan intraselular merupakan cairan yang terkandung di antara sel disebut cairan intraselular.

Pada orang dewasa, sekitar duapertiga dari cairan1dalam tubuhnya terdapat di intraselular sekitar 27 liter rata-rata untuk dewasa laki-laki dengan berat badan sekitar 70 kilogramsebaliknya pada bayi hanya setengah dari berat badannya merupakan cairan intraselular Chaudhary et al, Cairan ekstraselular adalah cairan yang berada di luar sel disebut cairan ekstraselular.

Jumlah relatif cairan ekstraselular berkurang seiring dengan usia. Pada bayi baru lahir, sekitar setengah dari cairan tubuh terdapat di cairan ekstraselular. Setelah usia 1 tahun, jumlah cairan ekstraselular menurun sampai sekitar sepertiga dari volume total. Ini sebanding dengan sekitar 15 liter pada dewasa muda dengan berat rata-rata 70 kg.

Chaudhary et al, Cairan ekstraselular dibagi menjadi5: Cairan Interstitial Cairan yang mengelilingi sel termasuk dalam cairan interstitial, sekitar liter pada orang dewasa.

KRISTALOID FAZIL ISLAM

Cairan limfe termasuk dalam volume interstitial. Relatif terhadap ukuran tubuh, volume ISF adalah sekitar 2 kali lipat pada bayi baru lahir dibandingkan orang dewasan Dileep et al, Cairan Intravaskular Merupakan cairan yang terkandung dalam pembuluh darah contohnya xan plasma.

Rata-rata volume darah orang dewasa sekitar L dimana 3 liternya merupakan plasma, sisanya terdiri dari sel darah merah, sel darah putih cairran platelet Dileep et al, Cairan transeluler Merupakan cairan yang terkandung diantara rongga tubuh tertentu seperti serebrospinal, perikardial, pleura, sendi sinovial, intraokular dan sekresi saluran pencernaan. Pada keadaan sewaktu, volume cairan transeluler adalah sekitar 1 liter, tetapi cairan dalam jumlah banyak dapat masuk dan keluar dari ruang transeluler.

Elektrolit Merupakan zat yang terdisosiasi cairah cairan dan menghantarkan arus listrik. Elektrolit krustaloid menjadi ion positif kation dan ion negatif anion. Jumlah kation dan anion dalam larutan adalah selalu sama diukur dalam miliekuivalen Dileep et al, Suatu sistem pompa terdapat di dinding sel tubuh yang memompa keluar sodium dan potassium ini Dileep et al, Anion Anion utama dalam cairan ekstraselular adalah klorida Cl- dan bikarbonat HCO3-sedangkan anion utama dalam cairan intraselular adalah ion fosfat PO4 Karena kandungan elektrolit dalam plasma dan cairan interstitial pada intinya sama maka nilai elektrolit plasma mencerminkan komposisi dari krustaloid ekstraseluler tetapi tidak mencerminkan komposisi cairan intraseluler.

Akibat stress pembedahan, akan dilepaskan aldosteron dan ADH yang cenderung menimbulkan retensi air dan natrium. Oleh sebab itu, pada hari pasca bedah tidak perlu dwn natrium. Penggantian cairan pasca bedah cukup dengan cairan hipotonis3dan bila perlu larutan garam isotonis.

  3296W DATASHEET PDF

Terapi cairan ini berlangsung sampai penderita dapat minum dan makan Anonimus a, Dalam cairan kristaloid banyak variasi dalam kandungan antara kadar garam dengan atau glukosa. Keuntungan dari kolokd ini antara lain harga murah, tersedia dengan mudah di setiap pusat kesehatan, tidak perlu dilakukan cross match, tidak menimbulkan alergi atau syok anafilaktik, penyimpanan sederhana dan dapat disimpan lama.

Cairan kristaloid bila diberikan dalam jumlah cukup kali cairan koloid ternyata sama efektifnya seperti pemberian cairan koloid untuk mengatasi defisit volume intravaskuler. Waktu paruh cairan kristaloid di ruang intravaskuler sekitar menit. Penelitian Mills dkk di medan perang Vietnam turut memperkuat penelitan yang dilakukan oleh Heugman, yaitu pemberian sejumlah cairan kristaloid dapat mengakibatkan timbulnya edema paru berat.

Selain itu, pemberian cairan kristaloid berlebihan juga dapat menyebabkan edema otak danmeningkatnya tekanan intra kranial Karena perbedaan sifat antara koloid dan kristaloid dimana kristaloid akan lebih banyak menyebar ke ruang interstitiel dibandingkan dengan koloid maka kristaloid sebaiknya dipilih untuk resusitasi defisit cairan di ruang interstitiel.

Larutan Ringer Laktat merupakan cairan kristaloid yang paling banyak digunakan untuk resusitasi cairan walau agak hipotonis dengan susunan yang hampir menyerupai cairan intravaskuler. Laktat yang terkandung dalam cairan tersebut akan mengalami metabolisme di hati menjadi bikarbonat.

Beberapa protokol resusitasi menggunakan kombinasi kristaloid, koloid dan kristqloid hipertonik telah dikembangkan. Resusitasi cairan isotonic kristaloid digunakan pada sebagian pusat penanganan luka bakar dan umumnya memberikan hasil resusitasi yang adekuat. Kristtaloid cairan kristaloid seperti ringer cairxn merupakan cairan yang paling popular untuk resusitasi sampai saat ini. Formula Evans telah dikembangkan sejak tahun dan merupakan jenis formula pertama yang menggunakan persentase total permukaan tubuh yang terkena luka bakar.

Formula Brooke merupakan modifikasi dari formula evans yang mengandung persentase kristaloid yang relatif lebih besar dibandingkan koloid pada Formula Evans. Modifikasi formula Brooke murni menggunakan cairan kristaloid. Setengah dari volume cairan resusitasi diberikan pada 8 jam pertama dan setengahnya lagi diberikan pada 16 jam berikutnya15, Tetapi, perlu diperhatikan bahwa formula ini merupakan suatu penuntun yang sederhana untuk terapi cairan dimana pasien harus dimonitor secara ketat untuk mengoptimalisasi resusitasi syok akibat luka bakar.

Beberapa peneliti menggunakan rumus Parkland dalam menghitung kebutuhan cairan terutama untuk pasien dengan area luka bakar yang luas Anonimus, Kristaloid adalah cairan yang paling sering digunakan untuk resusitasi syok akibat luka bakar. Sampai saat ini tidak ada studi yang prospektif yang dapat memperlihatkan bahwa koloid atau salin hipertonik memiliki manfaat yang lebih dibanding kristaloid isotonik dalam resusitasi pasien luka bakar.

Selain itu kristaloid isotonik lebih murah disbanding5koloid. Kekurangan penggunaan kristaloid adalah volume yang kristaloic relatif lebih besar untuk resusitasi syok akibat dsn bakar sehingga berpotensi menyebabkan udema jaringan. Hal ini bisa terjadi jika pasien tidak dimonitor ketat, terutama jika penumpukan cairan terjadi diruang interstitial. Kebanyakan studi tidak memperlihatkan insiden edema paru pada pasien yang menerima resusitasi dengan kristaloid. Holm dan kawan kawan mengkonfirmasi bahwa kebanyakan pasien pasien luka bakar tidak memperlihatkan peningkatan permeabilitas pembuluh darah paru.

Komplikasi potensial yang lain akibat resusitasi kristaloid yang berlebihan adalah hipoalbuminemia dan ketidakseimbangan elektrolit, namunperubahan ini tidak signifikan dengan tingkat morbiditas dan mortalitas Anonimus, 2. Kolood Natrium sebagai kation utama didalam cairan ekstraseluler dan paling berperan di dalam mengatur keseimbangan cairan.

Kadar natrium dalam plasma diatur lewat beberapa mekanisme: Left atrial stretch reseptor b. Renal afferent baroreseptor d. Aldosterone reabsorpsi di ginjal e. Atrial natriuretic factor f.

  EL JUEVES FEISBUC PDF

Sistem renin angiotensin g. Luzius cairann al Natrium dapat bergerak cepat antara ruang intravaskuler dan interstitial maupun ke dalam dan keluar sel. Apabila tubuh banyak mengeluarkan natrium muntah,diare sedangkan pemasukkan terbatas maka akan terjadi keadaan dehidrasi disertai kekurangan natrium.

Efek Pemberian Cairan Koloid Dan Kristaloid Terhadap Tekanan Darah

Kekurangan air dan natrium dalam plasma akan diganti dengan air dan natrium dari cairan interstitial. Apabila kehilangan cairan terus berlangsung, air akan ditarik dari dalam kriwtaloid dan apabila volume plasma tetap tidak dapat dipertahankan terjadilah kegagalan sirkulasi Dileep et al, Jumlah pengeluaran ini tergantung pada intake, besarnya tulang, keadaan endokrin.

Metabolisme kalsium sangat dipengaruhi oleh kelenjarkelenjar paratiroid, tiroid, testis, ovarium, da van. Magnesium Magnesium ditemukan di dsn jenis makanan. Dikeluarkan lewat urine dan faeces Dileep et al, Karbonat Asam karbonat dan karbohidrat terdapat dalam tubuh sebagai salah satu hasil akhir daripada metabolisme.

Kadar bikarbonat dikontrol oleh ginjal. Sedikit sekali bikarbonat yang akan dikeluarkan urine. Asam bikarbonat dikontrol oleh paru-paru dan sangat penting peranannya dalam keseimbangan asam basa Dileep krjstaloid al, Non elektrolit Kopoid zat seperti glukosa dan urea yang tidak terdisosiasi dalam cairan.

Zat lainya termasuk penting adalah kreatinin dan bilirubin Dileep et al, Sediaannya adalah ml dan 1. Meski SID laktat hipertonik sama seperti NaCl yaitu 0, namun karena laktat cepat dimetabolisme oleh hati dan ginjal maka SID larutan laktat hipertonik sebenarnya Dengan krkstaloid pada cairan laktat hipertonik terjadi penambahan natrium tanpa disertai penambahan klorida yang akan menaikkan SID atau pH.

Selain itu laktat juga berfungsi sebagai substrat energi yang siap pakai pada kondisi hipoksia terutama pada organ yang aktif seperti otak, jantung, ginjal, dan otot, melalui mekanisme glukoneogenesis. Terdapat kandungan kalsium untuk mempertahankan kontraktilitas jantung, sedangkan potasium untukmencegah terjadinya hipokalemia yang mungkin terjadi karena pemberian infus laktat hipertonik. Sediaannya adalah ml Hartanto, Acidosis dilutional akibat TURP d.

Pre load pada spinal anesthesia e. RL banyak digunakan sebagai replacement therapy, antara lain untuk syok hipovolemik, diare, trauma, dan luka bakar. Laktat yang terdapat di dalam larutan RL akan dimetabolisme oleh hati menjadi bikarbonat yang berguna untuk memperbaiki keadaan seperti asidosis metabolik.

Kalium yang terdapat di dalam RL tidak cukup untuk pemeliharaan sehari-hari, apalagi untuk kasus defisit kalium. Larutan RL tidak mengandung glukosa, sehingga bila akan kristalokd sebagai cairan rumatan, dapat ditambahkan glukosa yang berguna untuk mencegah terjadinya ketosis. Ringer Lactate ml2. Asetat dimetabolisme di otot, dan masih dapat ditolelir pada pasien yang mengalami gangguan hati 2. Pada pemberian sebelum operasi sesar, RA mengatasi asidosis laktat lebih baik dibanding RL pada neonatus 3.

Pada kasus bedah, asetat dapat mempertahankan suhu tubuh sentral pada anestesi kristwloid isofluran 4. Mempunyai efek vasodilator 5. Jangan diberikan bersamaan dengan transfusi darah. Dosis disesuaikan pada setiap individu. Ringer Acetate Asering 2. Koloid vs Kristaloid -Handini Documents. Beberapa Contoh Cairan Kristaloid Documents.

Kontroversi Koloid vs Kristaloid Documents.