ARTIKEL AKUNTANSI KEPERILAKUAN PDF

Pekembangan riset akuntansi Indonesia di bidang keperilakuan masih .. artikel yang ditujukan untuk merekam evolusi riset akuntansi keperilakuan. Namun, istilah akuntansi keperilakuan itu sendiri baru muncul pada tahun dalam artikel Journal of Accounting Research oleh Becker yang mereview. konsep teretis dan artikel-artikel penelitian akuntansi keperilakuan dengan fokus pada review kritis dan evaluasi latar belakang teoritis, serta metoda penelitian.

Author: Brarr Yozshusida
Country: Comoros
Language: English (Spanish)
Genre: Science
Published (Last): 25 October 2011
Pages: 136
PDF File Size: 1.61 Mb
ePub File Size: 1.87 Mb
ISBN: 530-4-24869-174-6
Downloads: 51096
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Ditaur

Skip to main content.

Log In Sign Up. Pengklasi6kasian penelitian akun6ansi keperilakuan mengikuti pengkalisifikasian menurut Birnberg dan Shields yang membahas 5 aliran isu utama dalam akuntansi keperilakuan. Untuk mencapai tujuan tersebut, pemahaman terhadap akuntansi keperilakuan dibahas artiksl bagian awal. Kemudian, pada bagian kedua dibahas sejarah singkat mengenai penelitian akuntansi keperilakuan dan jurnal yang terkait dengannya.

Pada bagian ketiga, dibahas ilmu pendukung dasar untuk leperilakuan keperilakuan. Pada bagian keempat, klasifikasi isu di bidang akuntansi keperilakuan dirinci menurut alirannya dan dibahas satu persatu. Pada bagian terakhir, dibahas mengenai perkembangan penelitian akuntansi keperilakuan saat ini. Renulis lebib snka menggunakan istilab “aspek perilaku dalam akuntansi” sebagai padanan istilah “akuntansi keperilakuan. Pddahal, aspek I perilaku dalam akuntansi meetcakup pula keseluruhan bidang seperti akuntansi keuangan.

Kebanyakan ratikel akan membayangkan bahwa akuntansi keperilakuan merupakan salah satu cabang dari akuntansi manajemen.

Hal ini disebabkan akunhansi Argyris d i tahun menulis mengenai proses penganggaran yang merupakan bagian dari pengendalian manajemen. Penelitian-penelitian berikutnya yang dikategorikan sebagai akuntansi keperilakuan didominasi dari bidang akuntansi manajemen, dalam ha1 ini, penganggaran dan pengendalian. Yang tidak banyak disadari oleh banyak orang adalah bahwa penelitian di pasar modal juga merupakan penelitian di bidang keperilakuan. Perbedaan antara penelitian pasar modal dengan penelitian akuntansi lainnya yang dianggap sebagai penelitian akuntansi keperilakuan kepfrilakuan pada level obyek.

Pada akuntansi keperilakuan, obyek studinya adalah pada level individu atau kelompok, sedangkan pada penelitian pasar modal obyeknya adalah pada level agregat pasar secara keseluruhan.

Sebagai contoh, penelitian pasar modal ingin meneliti reaksi para investor secara keseluruhan terhadap suatu akuntanis event study atau terhadap suatu pengumuman laba. Oleh sebab itu, perbedaan antara penelitian akuntansi keperilakuan dengan penelitian di pasar modal menjadi sangat tipis.

Bahkan sekarang sudah banyak juga ahli di bidangfinance mengklaim bahwa mereka ahli behavioral finance sehingga sekarang sudah banyak penelitian pasar modal yang berkategorikan behavioral.

Walaupun penelitian akuntansi keperilakuan menganalisis isu di berbagai bidang seperti akuntansi manajemen, akuntansi keuangan, pengauditan, sistem informasi, dan akuntansi sektor publik, sebagai suatu aliran school ,penelitian di bidang ini dapat dianggap sejajar dengan penelitian pasar modal efisien, penelitian analitis.

Jadi, penelitian akuntansi keperilakuan mengobservasi, menganalisis, dan menguji fenomena individu dan kelompok dalam kaitannya dengan penciptaan, penggunaan, keperjlakuan pengenaan auntansi dari adanya aspek keperilakuan dalam bidang akuntansi secara luas3.

Banyak pihak mengatakan dalam sanggahannya terhadap akuntansi keperilakuan bahwa akuntansi keperilakuan bukan merupakan bidang akuntansi, melainkan bidang psikologi atau organisasional.

Seolah-olah akuntan menjadi serakah dan menjarah bidang lain seperti psikologi. Pandangan ini sebenarnya keliru karena bidang ini justru selama ini diambil alih oleh bidang lain karena akuntan tidak mempunyai kemampuan untuk menanganinya. Hal ini sangat ironis. Persoalannya adalah apakah kita mau lepas tangan, ikut nimbrung saja, atau secara konsisten untuk menekuni bidang ini yang sangat erat terkait dengan pekerjaan akuntan.

Siege1 dan Ramanauskas-Marconi dalam bukunya yang berjudul “Be- havioral Accounting” mendefinisi akuntansi keperilakuan sebagai sebuah cabang ketiga dari akuntansi setelah akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen. Dalam ha1 ini, penulis tidak sependapat bahwaakuntansikeperilakuan sebagai cabang ketiga dari akuntansi. Menuntt pendapat penulis, akuntansi keperilakuan adalah suatu akunansi yangmengaplikasiaspek keperilakuan dalam akuntansi baik akuntansi keuangan, akuntansi manajemen, maupun bidang akuntansi terkait lainnya.

Penelitian pasar modal efisien mulai populer ketika Ball dan Brown pada tahun melakukan penelitian tentang kegunaan informasi laba dalam pasar modal?

artikel akuntansi keperilakuan

Penelitian akuntansi keperilakuan dapat dikatakan dimulai tahun ketika Argyris dibiayai oleh the ControUership Foundation meneliti “The Im- pact of Budgets on People,” yang kemudian dilanjutkan lagi oleh Argyris di tahun dalam jurnal Harvard Business Review dengan judul “Human Prob- lems with Budgets. Namun, istilah akuntansi keperilakuan itu sendiri baru muncul pada tahun dalam artikel Journal of Zrtikel Research oleh Becker yang mereview tulisan Cook Becker lebih jauh mengatakan bahwa perbedaan penelitian akuntansi keperilakuan dengan bidang lain adalah penelitian akuntansi keperilakuan mengaplikasi teori dan metodologi dari ilmu keperilakuan untuk memeriksa persinggungan antara informasi keperilaouan proses akuntansi dengan perilaku manusia termasuk perilaku organisasional.

  GARTENSTADT HELLERAU PDF

Sementara itu, jurnal yang secara khusus memuat mengenai akuntansi keperilakuan masih belum ada sampai dengan tahun ketika munculnya jurnal baru dengan judul “Accounting, Organization, and Society.

Jurnal keoerilakuan sebenarnya tidak melulu mengenai akuntansi keperilakuan seperti tersirat dalam judulnya yang memuat 3 komponen: Jurnal yang secara khusus memuat mengenai penelitian akuntansi keperilakuan baru lahir pada tahun Tahun ini merupakan tahun ke 15 penerbitan tahunan. Perkembangan penelitian akuntansi artimel setelah jurnal ini lahir menjadi semakin pesat karena I wadah yang tepat sekarang sudah dimiliki.

Beberapa peneliti yang paling sering muncul tulisannya di jurnal baru ini diantaranya adalah Philip M.

BEHAVIORAL RESEARCH IN ACCOUNTING (BRIA)’ INDRA WIJAYA KUSUMA | IRTIFA CITRA –

Kaplan, dan Michael K. Di Indonesia, penelitian akuntansi keperilakuan sudah semakin I 1 berkembang. Menjelang pergantian abad ke 20 menuju ke abad 21, semakin banyak jurnal akuntansi yang muncul dan terakreditasi yang memungkinkan ‘ Wrkembangan penelitian di bidang akuntansi dikaitkan dengan pasar modal setelah paper seminal Ball dan Brown dibahas oleh Brown ketika beliau diminta sebagai pembicara pada simposium akuntansi yang diselenggarakanoleh Journal of Accounting Research pada tahunlihat JAR Supplement tahun Jurnal Bisnis dan Akuntansi Agustus banyaknya publikasi penelitian akuntansi keperilakuan.

Ilmu Dasar Pendukung Birnberg dan Shields mengidentifikasi ada 5 cabang ilmu yang memberikan kontribusi terhadap perkembangan penelitian akuntansi keperilakuan. Peran akuntansi adalah memberikan informasi yang membaku manajer untuk membuat keputusan yang lebih efisien dan efektif. Fungsi akuntansi adalah menentukan tujuan, mengukur kinerja, dan menentukan tanggungjawab dari pelaksananya. Akuntansl tahun an, ada penolakan terhadap asumsi dasar ilmu ekonomika bahwa dalam organisasi meperilakuan ada satu aktor pelaku yang memiliki seluruh informasi.

Aspek Keperilakuan dalam Akuntansi Keuangan

Pada saal itu, perusahaan dipandang sebagai sebuah koalisi dari para manajer. Perusahaan tidakmempunyai tujuan, tetapi koalisi yang dominan yang menentukan tujuan perusahaan. Implikasinya, kekuatan politik yang bekerja dan perusahaan bukan lagi bertujuan untuk memaksimalkan laba tetapi untukmemaksimalkan anggota koalisi.

Penggunaan dasar ilmu politik dan teori organisasi sangat berperan dalam ha1 ini. Bidang psikologi menjadi sangat vokal dalam penelitian akuntansi keperilakuan. Dalam ha1 ini, Stedry ,sebagai contoh, meneliti teori level aspirasi untukmenjelaskan perilaku anggaran.

Akhir-akhir ini, topik psikolo yang paling sering digunakan dalam penelitian akuntansi keperilakuan adalah teori Bayesian, lens model, and judgment. Penggunaan teori Bayesian berasd dari teori keputusan yang meinjam ilmu statistika. Fokus dari penggunaan temi ini dalam penelitian akuntansi keperilakuan adalah pada apakah p keperilqkuan r i l a h manusia konsisten dengan revisi probabilitas Bayesian.

Penggunaan judgment dalam penelitian akuntansi k e p e r i l a h difokuskan kepada bagaimana seorang ahli expert bertindakfmengambil keputusan dan apakah keputusan yang diambil oleh seorang ahli b e r d a s a r m Dalam edisi perdana ini, ada 2 tulisan yang mengenai pasar modal. Sisanya dikatedgPliPm tulisan hasil penelitian akuntansi keperilakuan 3 penelitian empiris dan 3 penelitian k d i h t i f yang m e n G a k a n pendekatan interpretif dan historis.

Belakangan ini juga banyak penelitian tentang kaitan struktur organisasi, teknologi, tugas, dan lingkungan. Teori kontinjensi juga banyak digunakan dalam penelitian akuntansi keperilakuan. Intinya adalah tidak ada satu tipe organisasi yang cocok untuk semua keadaan. Penggunaan ekonomika analitikal dan sosiologi semakin banyak akhir- akhir ini. Kwperilakuan analitikal berfokus kepada sejumlah asumsi dan variabel penting dalam model normatif dari perilaku manusia.

Topik moral hazard sangat arti,el dijumpai dalam penelitian akuntansi keperilakuan yang berbasis pendekatan agensi lihat misalnya Kusuma, Penggunaan ilmu sosiologi umumnya untuk mempelajari keefektifan fungsi sistem pengendalian dalam organisasi. Klasifikasi Isu Penelitian Akuntansi Keperilakuan Untuk membahas perkembangan penelitian akuntansi keperilakuan, maka perlu dilakukan pengelompokan isu penelitian yang relevan. Pengelompokan dapat dilakukan menurut isu, menurut metodologi, atau menurut partisipan.

  APOSTILA PNEUMATOLOGIA PDF

Namun, dari cara pengelompokkan tersebut, yang abadi adalah menurut isu karena isu akan terus berlanjut sedangkan metodologi dan partisipan dapat berubah sesuai dengan perkembangan ilmu baru. Oleh karena itu, dalam akunansi ini klasifikasi dilakukan menurut isu keoerilakuan dengan Birnberg dan Shields dan Meyer dan Rigsby Klasifikasi isu penelitian menurut kedua tulisan di atas dikelompokan atas dasar aliran schools sebagai berikut: Di samping itu, beberapa topik lain yang sering muncul di jurnal BRIA juga dimasukkan seperti isu etika, budaya, metodologi, jalur karir akuntan.

Kesemuanya dimasukkan dalam kategori lain-lain karena tidak masuk menurut kriteria Birnberg dan Shields. Isu Pengendalian Manajerial Isu pengendalian manajerial mengangkat peran akuntan dalam menyusun anggaran dan menggunakan anggaran sebagai alat pengendalian.

Penelitian di bidang ini diawali dengan penelitian Argyristentang perilaku yang berkaitan dengan penganggaran. Isu mengenai pengendalian manajerial termasuk isu yang sudah mapan. Kebanyakan studi dengan eksperimen laboratori dengan menggunakan mahasiswa sebagai partisipan sudah mengalami perubahan dengan menggunakan survei lapangan dan alat ukur yang dikembangkan oleh psikolog-kognitif.

Perubahan yang paling penting adalah digunakannya model ekonomika analitikal. Isu itu sendiri masih terus berlangsung dan masih akan terus berlangsung. Isu Pemrosesan Informasi Akuntansi Isu di bidang pernrosesan informasi akuntansi adalah mengenai bagaimana pengguna user memproses informasi. Tema utama biasanya adalah bagaimana pengguna melihat peran pengungkapan akuntansi dan informasi akuntansi. Penelitian akuntansi keperilakuan untuk isu ini misalnya menguji pengaruh perbedaan perlakuan akuntansi LIFO vs FIFO terhadap pengguna seperti analis atau pengambil keputusan.

Contoh penelitian semacam ini adalah Jensen yang menggunakan survei eksperimental kepada analis keuangan. Penelitian lain menguji nilai relatif informasi akuntansi kepada para investor Pankoff dan Virgil Penelitian semacam ini sangat dekat dengan penelitian pasar modal efisien.

Sebagai contoh, Ashton meneliti iengan menggunakan lei model untukmengetahui fenomena apa saja yang artike, diperiksa dengan menggunakan lens model tersebut. Demikian juga Libby mendemonstrasikan bagaimana perilaku manusia bereaksi dengan menggunakan lens model dibandingkan dengan menggunakan stimulus-response model.

Penelitian lain yang menyangkut isu ini adalah dengan menggunakan protocol analysis seperti yang dilakukan oleh Campbell yang memeriksa respon dari petugas pemberi kredit terhadap “big” and “little” GAAP. Topik lain adalah mengenai fiksasi fungsional. Penelitian fiksasi fungsional bertujuan untuk menguji apakah manusia keliru mengartikan suatu fungsi atau data fiksasi data berdasarkan pengalaman di masa lalu.

Contoh penelitian semacam keperilakun adalah Ashton yang menguji peran sistem penghitungan kos produksi berdasar kos penuh atau kos variabel dalam penentuan harga jual.

Isu Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Isu perancangan sistem informasi akuntansi adalah mengenai perilaku dalam merancang sistem informasi suatu organisasi. Isu ini agak kabur dan samar dengan isu mengenai pemrosesan informasi akuntansi.

Ciri khas penelitian dalam isu ini adalah pada fokus yang dapat akuntanwi isu perancangan sistem itu sendiri. Ada dua topik utama dalarn isu hi, yaitu mengenai rancangan laporan dan pemilihan kebijakan akuntansi.

Topik yang pertama ingin melihat peran struktur dan racangan laporan akuntansi dalam pemahamanlketepatan pengguna atas kepedilakuan yang dihasilkan.

Topik kedua ingin melihat peran sistem informasi akuntansi dalam pengembangan struktur organisasi. Salah satu penelitian tentang rancangan laporan adalah penelitian oleh Schroder, Driver, dan Streufert yang menguji bahwa muatan informasi akan mempengaruhi kualitas keputusan. Mula-mula kualitas keputusan akan membaik bila rancangan laporan diubah dengan muatan informasi yang lebih banyak, namun pada suatu ketika, tambahan muatan informasi akan menurunkan kualitas keputusan pada akhirnya.

Contoh penelitian lain adalah Lindhe yang menguji alasan apa yang menyebabkan banyakperusahaan memilih untuk menggunakan metode akuntansi yang non-LIFO, padahal keuntungan menggunakan LIFO sudah jelas akan memperbaiki arus kas yang Keperliakuan dikarenakan pajak.

Posted in Art